Posted by : Anonime
Jumat, 24 Oktober 2014
Siapa yang tidak kenal dengan Nintendo, sebuah perusahaan multinasional yang didirikan tanggal 23 September 1889 di Kyoto, Jepang oleh Fusajiro Yamauchi untuk memproduksi kartu-kartu buatan tangan hanafuda, yang digunakan untuk permainan kartu Jepang dengan nama yang sama. Pada pertengahan abad kedua puluh, Nintendo mencoba beberapa bisnis khusus yang kecil, seperti sebuah penginapan asrama dan sebuah perusahaan taksi. Setelah beberapa tahun, Nintendo menjadi sebuah perusahaan permainan video, dan tumbuh menjadi salah satu di antara yang terbesar dalam industri ini. Di samping permainan video, Nintendo adalah pemilik mayoritas Seattle Mariners, sebuah tim Major League Baseball di Seattle, Washington. Pada tahun 2001, Nintendo juga membeli bagian yang cukup besar untuk Gyration Inc., sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri pada gyro dan sensor gerak. Saat ini, saingan utama Nintendo dalam bidang permainan adalah Sony and Microsoft.
Nintendo juga memproduksi konsol
permainan genggam yang dikembangkan dan diproduksi oleh Nintendo,
dirilis pada tahun 2004. Ia mudah dikenali dengan desain lipat horizontalnya,
mirip dengan Game Boy Advance SP, dan adanya dua jenis layar
di mana layar bawahnya bekerja sebagai layar sentuh.
Di dalamnya juga tertanam sebuah mikrofon dan mendukung standar nirkabel
802.11b
(Wi-Fi)
yang memungkinkan pemain saling berinteraksi dalam jarak dekat (30-100 kaki,
tergantung kondisi), melalui layanan Nintendo
Wi-Fi Connection.
Nama "DS" merupakan singkatan dari "Dual
Screen". Selain itu ia juga merupakan singkatan dari "Developers'
System", merujuk pada fitur-fitur dalam alat genggam ini yang didesain
untuk memancing ide-ide sistem permainan yang inovatif di antara para
pengembang. Selama masa pengembangan, sistem ini dikenal dengan Project
Nitro. Pada 11 Juni
2006, Nintendo merilis DS
dengan model yang didesain ulang, bernama Nintendo DS
Lite. Nintendo DS Lite telah dilepas ke pasaran ke
Amerika Utara, Eropa, and Australia
pada Juni 2006. Model yang didesain ulang dari Nintendo DS ini lebih tipis,
ringan, dan memiliki layar yang lebih cerah daripada Nintendo DS.
Satu lagi hasil karya Nintendo, yaitu 3DS pengembangan dari
NDS dan NDS Lite. Nintendo 3DS yang dirilis akhir Maret tahun lalu benar-benar
membuat hype baru. Angka penjualan di beberapa negara menunjukkan hal tersebut.
Di Jepang perangkat gaming portabel ini sama sekali tidak mengalami kesulitan
mencari pembeli. Pada saat launching 400 ribu unit langsung ludes terjual. Di
Amerika bahkan mencetak rekor angka penjualan. Angka pastinya memang tidak
diungkapkan tapi perkiraan 2 kali lipat angka penjualan Wii pada saat
launchingnya.
Sementara itu di Indonesia hype Nintendo 3DS memang
tidak seperti yang terjadi di luar. Salah satu penyebabnya karena Indonesia
tidak termasuk negara yang merilis perangkat gaming berlayar 3D pertama ini. Meski
begitu perangkat gaming portabel ini tetap bisa ditemui di pasar lokal lantaran
diprovide oleh importir lokal. Hanya saja harga jualnya relatif jadi lebih
mahal yang membuat minat membelinya jadi agak berkurang.
Nintendo 3DS nyaris tidak berbeda dengan Nintendo DS. Dimensinya bahkan nyaris sama yaitu hanya beda beberapa mili saja. Sama-sama menyediakan dua layar hanya saja ukuran layar panel atas lebih besar.
Nintendo 3DS nyaris tidak berbeda dengan Nintendo DS. Dimensinya bahkan nyaris sama yaitu hanya beda beberapa mili saja. Sama-sama menyediakan dua layar hanya saja ukuran layar panel atas lebih besar.
Lalu bagian controller ketambahan satu panel bundar yang
fungsinya mirip joystick. Inilah controller konsep baru yang dinamakan circle
pad. Kemudian pada sekujur bodi terdapat tombol baru yaitu 3D slider dan switch
Wi-Fi. Selanjutnya pada bagian sisi bodi terdapat slot untuk memory card
microSD. Pada bagian belakang terdapat slot untuk cartridge game. Di sebelahnya
terdapat slot stylus pen. Posisi slot stylus ini kurang baik karena menyulitkan
untuk menjangkau dan mengeluarkan stylus.
Seperti yang telah diketahui kelebihan Nintendo 3DS adalah
memiliki tampilan 3D. Kualitas tampilan gambar 3D yang ditampilkan layar pada
panel atas harus diakui mengagumkan. Tanpa bantuan kacamata khusus gambar 3D
bisa terlihat jelas. Ini dimungkinkan dengan adanya teknologi autostereoscopic
yang membuat tampilan layar seolah-olah terdiri dari beberapa layar.
